Kesehatan Hati

KESEHATAN HATI

 

الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

            Hati adalah bagian terpenting dalam diri manusia. Hati menjadi poros dan sentral dari seluruh perilaku manusia dari hati seluruh anggota badan lainnya mengambil keteladanan. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah sesungguhnya di dalam jasad terdapat segumpal daging. Apabila daging itu baik maka baik pula seluruh jasad. Apabila daging itu buruk maka buruk pula seluruh jasad. Ketahuilah daging itu adalah hati”. (HR. Bukhari-Muslim).

Dari hadits tersebut Rasulullah Saw. menyampaikan pengaruh hati kepada keseluruhan anggota badan. Hal ini, kaitan antara hati dan anggota badan juga di-Firmankan Allah Swt. Dalam ayat berikut:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al-A’raf: 179).

Sesungguhnya perkara hati merupakan perkara agung dan kedudukannya pun sangat mulia, sehingga Allah Swt. menurunkan kitab-kitab suci-Nya untuk memperbaiki hati, dan Allah mengutus para Rasul untuk menyucikan hati, membersihkan, dan memperindah-nya. Demikianlah Allah Swt. berfirman :

يَآأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِي الصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Rabbmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) da-lam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57).

Di dalam hati inilah dua potensi keinginan akan saling bertolak belakang dan di hati pula tempat dua kutub saling bertentangan. Dua potensi tersebut adalah ajakan kepada kebaikan dan ajakan kepada keburukan. Ajakan kepada ketaatan dan ajakan kepada kemaksiatan. Oleh karena itu dalam bahasa Arab hati disebut “qalb” yang arti harfiahnya dapat berarti “cepat berubah” dari satu kondisi ke kondisi lain.

Pemilihan potensi di dalam hati akan sangat tergantung dari asupan gizi yang diberikan ke dalam hati. Semakin baik asupan gizinya maka semakin baik pula hati mengontrol dan mengarahkan tubuh. Oleh karena itu manusia selalu memerlukan proses tazkiyatun nafs atau penyucian jiwa, sebagai proses memberikan asupan gizi yang baik ke dalam hati. Sebaliknya jika asupan gizi unutk hati buruk maka hati akan dipenuhi oleh berbagai penyakit, sehingga perilaku yang ihasilkan adalah kehinaan. Mengenai hal ini Allah Swt. berfirman dalam:

وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا (10)

dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya). Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (QS. Al-Syamsy: 7-9).

Sebagian Ulama membagi hati menjadi tiga kategori: qalbun salim (hati yang sehat), qalbun maridh (hati yang sakit), dan qalbun mayyit (hati yang mati). Salah satu kategori tersebut akan melekat pada hati setiap manusia tergantung dari asupan gizi yang diberikan ke hati.

Bulan Ramadhan ini dapat dijadikan sebagai sarana memberikan asupan gizi yang terbaik untuk hati sehingga dapat terhindar dari berbagai bentuk penyakit hati. Sarana gizi yang terbaik untuk hati dapat ditempuh dengan melakukan berbagai ibadah seperti puasa, sholat wajib maupun sunnah, tadarrus Al-Quran, ngaji, serta menjauhkan diri dari berbagai penyakit hati seperti sombong, riya, kikir, dan sebagainya.

Semoga dengan usaha-usaha tersebut Allah Swt. mengantarkan dan membimbing hati kita menuju kepada ketakwaan.

Dengan hati yang sehat, jiwa akan selalu memberikan potensi yang baik dan bergerak kepada hal-hal yang positif. Hati yang penuh dengan keimanan akan cenderung membuat seseorang untuk memberi manfaat kepada sesama dan menjauhkan dari perbuatan yang merugikan sesama.

Seorang yang berpuasa harus berusaha untuk mempertahankan hatinya dan dan berusaha menghilangkan penyakit-penyakit hati. Sebagai muslim kita haruslah optimis, sebagaimana pesan Rasulullah Saw.

احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلاَ تَعْجِزْ

“Capailah apapun yang bermanfaat bagimu, mintalah tolong kepada Allah dan janganlah pesimis”. (HR. Muslim).

Maksud hadits di atas adalah kita diperintahkan oleh Rasulullah Saw. untuk mencapai ketaatan kepada Allah Swt. dan menyukai apa-apa yang ada didalamnya serta, serta Rasulullah Saw. juga memerintahkan kita untuk mencari pertolongan Allah Swt. Serta janganlah malas dalam taat kepada Allah.

Oleh karena itu marilah kita selalu berusaha untuk membersihkan hati kita dengan usaha yang sungguh-sungguh dan optimis. Disertai dengan doa yang diajarkan oleh Rasulullah Saw.:

اَللَّهُمَّ إنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعْ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعْ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعْ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَه

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusu’, nafsu yang tidak pernah puas, dan do’a yang tidak dikabulkan”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *