Kasih Sayang Allah

RAHMAT ALLAH MELIPUTI SEGALANYA

الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإِيْمَانِ وَاْلإِسْلاَمِ. وَنُصَلِّيْ وَنُسَلِّمُ عَلَى خَيْرِ اْلأَنَامِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

 

وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ (156) الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (157)

“dan tetapkanlah untuk Kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; Sesungguhnya Kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu . Maka akan aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat kami”.

(yaitu) orang-orang yang mengikut rasul, Nabi yang Ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka Itulah orang-orang yang beruntung.”

Maksud ayat:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

Adalah bahwasanya rahmat Allah meliputi segala sesuatu di dunia.

 

Saat ayat tersebut turun Iblis menimpali bahwasanya mereka bagian sesuatu yang di-rahmati Allah. Begitu pula dengan kaum Yahudi dan Nasrani.

Sehingga turun ayat:

فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

 

Ayat diatas bermaksud bahwasanya rahmat Allah di akhirat kelak ditujukan kepada orang-orang yang bertakwa, membayar zakat, dan beriman kepada ayat-ayat Allah.

 

Di ayat lain Allah berfirman:

إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56).

 

Saat ayat tersebut turun para kaum Yahudi dan Nasrani masih membela diri bahwa mereka termasuk orang-orang yang di rahmati Allah, karena mereka termasuk kaum yang takut menyekutukan Allah, membayar zakat, dan beriman kepada ayat-ayat Allah. Untuk menjawab pembelaan kaum Yahudi dan Nasrani tersebut, selanjutnya turun ayat:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ

Setelah ayat ini turun kaum Yahudi dan Nasruni tidak berani lagi mengharap rahmat Allah.

 

Rahmat Allah yang diturunkan kepada seluruh makhluknya hanya 1 bagian dari 100 bagian. Dimana yang 99 bagian masih berada di sisi Allah, sebagaimana sabda Rasulullah Saw.:

جَعَلَ اللَّهُ الرَّحْمَةَ مِائَةَ جُزْءٍ ، فَأَمْسَكَ عِنْدَهُ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ جُزْءًا وَأَنْزَلَ فِي الْأَرْضِ جُزْءًا وَاحِدًا ، فَمِنْ ذَلِكَ الْجُزْءِ يَتَرَاحَمُ الْخَلْقُ حَتَّى تَرْفَعَ الْفَرَسُ حَافِرَهَا عَنْ وَلَدِهَا خَشْيَةَ أَنْ تُصِيبَهُ ”

“Allah Swt. menciptakan 100 rahmat. Dan Allah menahannya di sisi-Nya sebanyak 99 bagian. Dan Allah menurunkan di bumi satu bagian. Dari satu bagian tersebut maka para makhluk saling berkasih-sayang, sampai-sampai kuda menjunjung kakinya dari anaknya takut menginjak/menyakiti anaknya”. (HR. Bukhary).

Hanya 1 bagian rahmat Allah sudah menjadikan keindahan di alam semesta. Keseimbangan alam jagat raya. Kerukunan para umat manusia.

 

Ayat:

وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ

Ayat di atas menjelaskan bahwa Rasulullah Saw. di utus ke dunia untuk membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang terikat pada kaum Yahudi dan Nasrani. Di antara beban-beban dan belenggu-belenggu tersebut adalah mensyari’atkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan qisas pada pembunuhan baik yang disengaja atau tidak tanpa membolehkan membayar diyat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang kena najis.

 

Hal ini selaras dengan firman Allah di ayat lain:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.(QS. Al-Anbiya 107).

 

 

Dari QS. Al-A’raf ayat 156 dan 157 di atas dapat diambil kesimpulan bahwasanya:

  1. Rahmat Allah meliputi segala sesuatu di dunia
  2. Syarat utama untuk mendapatkan Rahmat Allah di akhirat adalah mengikuti jalan yang disampaikan Rasulullah Muhammad Saw.
  3. Rahmat Allah di akhirat diturunkan untuk orang-orang yang bertakwa (takut menyekutukan Allah), membayar zakat, dan beriman kepada ayat-ayat Allah.
  4. Nama dan sifat Rasulullah Saw. sudah tertulis di dalam kitab Taurat dan Injil.
  5. Rasulullah di utus untuk menyuruh mereka (Yahudi dan Nasrani) mengerjakan yang ma’ruf dan melarang ke-munkar-an, menghalalkan segala yang baik, mengharamkan segala yang buruk, dan membuang beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada umat terdahulu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *